E-Commerce Indonesia 2017 dan 2025 dalam Catetan kang Rahmat

Halloo. . .Sob! Holla, apakabar tahun 2017 nya? Muantap tenan nih semoga.

Setelah sebelumnya pada catetan kemaren kang Rahmat nyatet tentang sektor Ekonomi yang makin bersinar atau kinclong di tahun 2017, Nah kali ini catetan kang Rahmat akan ngulas seputaran salah satu diantara sektor kinclong tersebut. Apalagi kalo bukan E-Commerce. Ecommerce adalah sektor yang diprediksi akan semakin bersinar di tahun 2017 selain daripada sektor pariwisata dan travel, juga sektor kesehatan.

Google pada tahun 2016 memproyeksikan bahwa Indonesia akan mendominasi  sekitar 52% pangsa pasar e-commerce di Asia Tenggara pada tahun 2025 (Bisnis Indonesia, 2016). Sementara data lain dari Bank Indonesia, nilai transaksi E-Commerce pada tahun 2016 akan melebihi nilai angka Rp65,6 Triliun. Nilai ini naik significant jika dibandingkan tahun 2015 yang memiliki nilai transaksi sebesar Rp47,8 Triliun.

E-Commerce di tahun 2017 akan semakin bersinar. Hal ini seperti uraian pada catetan kang Rahmat sebelumnya, bahwa penyebab utamanya karena memang potensi dan pangsa pasar di pasar perdagangan online (daring)  di Indonesia masih besar. Bahkan secara itung-itungan kasar, populasi  Indonesia saja sudah lebih dari 259 Juta penduduk.

Pada sudut pandang lain, Jika diranking mengenai potensi pasar, Menurut McKinsey GI, RPS, 2015, Ranking Indonesia berada pada urutan ke-15 di dunia dengan potensi pasar sebesar Rp 6.500 Triliun. Lagi-lagi jumlah populasi yang besar ini menjadikan indonesia punya potensi pengembangan dan pasar yang tinggi untuk semua sektor, tak terkecuali  di sektor E-Commerce.

Peluang E-Commerce

Sob, dengan uraian dan catetan kang Rahmat sebelumnya, tentu kita melihat sektor e-commerce semakin kinclong di tahun 2017. Bicara data historical nih sob, Tren pertumbuhan perdagangan elektronik (E-Commerce) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir perlu mendapat lirikan dari pelaku usaha. Pelaku usahanya siapa? Ya tentu kita-kita. Kita perlu menyiapkan strategi kedepan, karena apabila trend perdagangan online (e-Commerce) tidak disambut dengan strategi pemikiran dan semangat, pasar e-commerce itu sendiri sejatinya tidak akan bisa tumbuh secara optimal.

Pertumbuhan penggunaan internet adalah indikator utama kenaikan jumlah transaksi e-commerce. Arifianto, 2016 menyebutkan bahwa nilai transaksi e-commerce di industri perdagangan elektronik indonesia sedang memasuki tahap pendewasaan. Kalo kang rahmat boleh bilang sih industri ini lagi cantik-cantiknya. Saat ini, memang transisi sedang terjadiu baik ddari pelaku usaha maupun konsumen dan pelanggan. Sehingga perlu adanya literasi e-commerce, juga perlindungan konsumen dan nilai tambah produk menjadi isu penting yang tetap harus diperhatikan untuk tetap menumbuhkembangkan industri e-commerce ini.

Lantas bagaimana strategi mu sob melihat peluang E-commerce di tahun 2017 ini? Mari tumbuh kembangkan!!!

kang Rahmat

Start up - Entrepreneur. Moeslim, 27Yo. Indonesian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *