Pertanian Mandiri, Pandangan Strategis Pakar di Indonesia

Sektor Pertanian di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Tantangan yang dihadapi adalah dalam penyediaan pangan, peningkatan ekspor, dan peningkatan devisa Negara telah menjadi suatu bidang yang selayaknya perlu diperhatikan oleh pemerhati dan praktisi yang bergerak dalam dunia pertanian. Pertanian harus dibangkitkan dari berbagai aspek yang meliputi aspek Kualitas, Kuantitas, dan kontinuitas produksi yang memenuhi syarat-syarat global dalam kaitannya dengan perdagangan bebas dunia.

Buku “Pertanian Mandiri, Pandangan Strategis Para Pakar untuk kemajuan Pertanian di Indonesia” merupakan buku yang berisi kumpulan tulisan artikel mengenai pertanian dari para akademisi dan praktisi pertanian IPB. Didalam buku ini pula, ada tujuan yang melandasinya yaitu ekspose ke permukaan mengenai pemikiran, penelitian, dan hasil karya civitas akademika IPB sehingga dapat bermanfaat bagi para petani dan praktisi serta dapat dinikmati oleh seluruh pemerhadi pertanian Indonesia.  Didalam buku ini pula, maksud yang ingin dicapai adalah bukan mengungkap titik temu atau benang merah diantara beragamnya pemikiran para penulis, bukan pula mengadili secara bersama-sama siapa yang salah sehingga pertania kita terpuruk. Namun maksud yang ingin penulis sampaikan adalah dengan karya pemikiran dari pakar, setidaknya buku ini dapat menghimpun dinamika dan khazanah pemikiran lintas disiplin ilmu mengenai pertanian, dari para pakar yang berkompeten dibidangnya masing-masing.

Menyikapi pertanian yang memprihatinkan di era globalisasi yang tercermin dari beberapa hal, Pertama tidak lepasnya unsur-unsur penguasaan tanah sebagai factor produksi yang penting dan berpengaruh luas terhadap tingkat kemakmuran rakyat. Indicator utama adalah berdasarkan sensus pertanian 1993, tanah yang dimiliki petani kurang dari satu hektar berjumlah sekitar 22.856.254 jiwa atau sekitar 84% dari total kepemilikian tanah pertanian, dengan proporsi tanah yang dikuasai sekitar 31%. Selain itu Kedua Realitas kehidupan social petani. Di Indonesia hendaknya perlu dipikirkan sebagai wacana dalam mewujudkan suatu pola pembangunan yang berkeadilan dan bertanggungjawab berlatar belakang pembangunan pertanian.

Proses-Proses Pembangunan pula hendaknya tidak mengabaikan realitas social, sehingga pemerataan pembangunan di semua wilayah dapat diciptakan. Didalam buku ini ada sebuah paradigma yang dapat membentuk pemikiran pembangunan mengenai sektor pengoptimalan pertanian. Jika sebelumnya paradigma yang mengandalkan trick down effect telah terbukti gagal untuk mewujudkan pemerataan hasil-hasil pemerataan pembangunan pertanian, lantas paradigm pembangunan apakah yang semestinya diadopsi untuk pembangunan pertanian di Indonesia? Dan apakah konsekuensi pilihan politik pembangunan yang harus di optimalkan? Semua pertanyaan ini terjawab dalam buku “PERTANIAN MANDIRI, Pandangan strategis para pakar untuk kemajuan pertanian Indonesia.”

kang Rahmat

<p>Start up – Entrepreneur. Moeslim, 28Yo. Indonesian.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *